Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2016

100+ Perintah CMD (Command Prompt) yang Wajib Kamu Ketahui

Windows adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan untuk kalangan pengguna desktop, perkembangannya dari masa ke masa sudah menjadi sejarah sendiri di kalangan penggunanya. Hingga saat ini yang paling baru sudah hadir Windows 10 dan siap dibagikan secara gratis kepada pengguna Windows 7 dan Windows 8.1 

Dimulai dengan tampilan DOS pada tahun 1989 hingga pada saat ini yang sudah mengusung GUI (Graphical User Interface) nan-cantik. Meskipun begitu, CMD tetap tidak bisa ditinggalkan dari penggunaan pada fitur-fitur dasar.

Cara Membuka CMD

Klik Start atau Win + R, lalu ketik cmd

Berikut 100+ kumpulan perintah CMD (Command Prompt) yang paling tidak perlu kamu ketahui:
  1. Accessibility Controls = access.cpl
  2. Add Hardware Wizard = hdwwiz.cpl
  3. Add/Remove Programs = appwiz.cpl
  4. Administrative Tools = control admintools
  5. Automatic Updates = wuaucpl.cpl
  6. Bluetooth Transfer Wizard = fsquirt
  7. Calculator = calc
  8. Certificate Manager = certmgr.msc
  9. Character Map = charmap
  10. Check Disk Utility = chkdsk
  11. Clipboard Viewer = clipbrd
  12. Command Prompt = cmd
  13. Component Services = dcomcnfg
  14. Computer Management = compmgmt.msc
  15. Date/Time Properties = timedate.cpl
  16. DDE Share = ddeshare
  17. Device Manager = devmgmt.msc
  18. Direct X Control Panel (If Installed)* = directx.cpl
  19. Direct X Troubleshooter = dxdiag
  20. Disk Cleanup Utility = cleanmgr
  21. Disk Defragment = dfrg.msc
  22. Disk Management = diskmgmt.msc
  23. Disk Partition Manager = diskpart
  24. Display Properties = control desktop
  25. Display Properties = desk.cpl
  26. Display Properties (w/Appearance Tab Preselected) = control color
  27. Dr. Watson System Troubleshooting Utility = drwtsn32
  28. Driver Verifier Utility = verifier
  29. Event Viewer = eventvwr.msc
  30. File Signature Verification Tool = sigverif
  31. Findfast = findfast.cpl
  32. Folders Properties = control folders
  33. Fonts = control fonts
  34. Fonts Folder = fonts
  35. Free Cell Card Game = freecell
  36. Game Controllers = joy.cpl
  37. Group Policy Editor (XP Prof) = gpedit.msc
  38. Hearts Card Game = mshearts
  39. Iexpress Wizard = iexpress
  40. Indexing Service = ciadv.msc
  41. Internet Properties = inetcpl.cpl
  42. IP Configuration (Menampilkan konfigurasi koneksi) = ipconfig /all
  43. IP Configuration (Menampilkan konten DNS Cache) = ipconfig /displaydns
  44. IP Configuration (Mendelete DNS konten Cache) = ipconfig /flushdns
  45. IP Configuration (Pelepasan Semua Koneksi) = ipconfig /release
  46. IP Configuration (Memperbaharui Semua Koneksi) = ipconfig /renew
  47. IP Configuration (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) = ipconfig /registerdns
  48. IP Configuration (Menampilkan DHCP Class ID) = ipconfig /showclassid
  49. IP Configuration (Memodifikasi DHCP Class ID) = ipconfig /setclassid
  50. Java Control Panel (Jika diinstall) = jpicpl32.cpl
  51. Java Control Panel (Jika diinstall) = javaws
  52. Keyboard Properties = control keyboard
  53. Local Security Settings = secpol.msc
  54. Local Users and Groups = lusrmgr.msc
  55. Logs You Out Of Windows = logoff
  56. Microsoft Chat = winchat
  57. Minesweeper Game = winmine
  58. Mouse Properties = control mouse
  59. Mouse Properties = main.cpl
  60. Network Connections = control netconnections
  61. Network Connections = ncpa.cpl
  62. Network Setup Wizard = netsetup.cpl
  63. Notepad = notepad
  64. Nview Desktop Manager (If Installed) = nvtuicpl.cpl
  65. Object Packager = packager
  66. ODBC Data Source Administrator = odbccp32.cpl
  67. On Screen Keyboard = osk
  68. Opens AC3 Filter (If Installed) = ac3filter.cpl
  69. Password Properties = password.cpl
  70. Performance Monitor = perfmon
  71. Phone and Modem Options = telephon.cpl
  72. Power Configuration = powercfg.cpl
  73. Printers and Faxes = control printers
  74. Printers Folder = printers
  75. Private Character Editor = eudcedit
  76. Quicktime (If Installed) = QuickTime.cpl
  77. Regional Settings = intl.cpl
  78. Registry Editor = regedit
  79. Registry Editor = regedit32
  80. Remote Desktop = mstsc
  81. Removable Storage = ntmsmgr.msc
  82. Removable Storage Operator Requests = ntmsoprq.msc
  83. Resultant Set of Policy (XP Prof) = rsop.msc
  84. Scanners and Cameras = sticpl.cpl
  85. Scheduled Tasks = control schedtasks
  86. Security Center = wscui.cpl
  87. Services = services.msc
  88. Shared Folders = fsmgmt.msc
  89. Shuts Down Windows = shutdown
  90. Sounds and Audio = mmsys.cpl
  91. Spider Solitare Card Game = spider
  92. SQL Client Configuration = cliconfg
  93. System Configuration Editor = sysedit
  94. System Configuration Utility = msconfig
  95. System File Checker Utility (Segera scan)=>Perintah=>sfc /scannow
  96. System File Checker Utility (Pindai Sekali Pada Boot Berikutnya) =>Perintah=>sfc /scanonce
  97. System File Checker Utility (Scan seluruh Boot)=>Perintah=>sfc /scanboot
  98. System File Checker Utility (Kembali ke setting Default)=>Perintah=>sfc /revert
  99. System File Checker Utility (Purge File Cache) = sfc /purgecache
  100. System File Checker Utility (Set Cache Size untuk ukuran x) = sfc /cachesize=x
  101. System Properties = sysdm.cpl
  102. Task Manager = taskmgr
  103. Telnet Client = telnet
  104. User Account Management = nusrmgr.cpl
  105. Utility Manager = utilman
  106. Windows Firewall = firewall.cpl
  107. Windows Magnifier = magnify
  108. Windows Management Infrastructure = wmimgmt.msc
  109. Windows System Security Tool = syskey
  110. Windows Update Launches = wupdmgr
  111. Windows XP Tour Wizard = tourstart
  112. Wordpad = write

sumber

Selasa, 19 Januari 2016

50 Penyebab Blue Screen Windows dan Solusi Cara Mengatasinya

Penyebab Blue Screen Windows dan Solusi Cara Mengatasinya – Hy Sobat Hacker News kali ini saya akan memberitahukan Kenapa PC kita terjadi Blue Screen , Jika anda pengguna windows baik itu windows XP,Vista, 7 tentu anda sudah tidak asing lagi dengan munculnya tampilan biru disertai dengan kode error yang cukup membingungkan, kode tersebut biasa dikenal dengan “Blue Screen” atau “Blue Screen of Death”, dan ini biasanya bikin orang panik setengah mati, apalagi jika anda sedang deadline pekerjaan, file ada di komputer tersebut.
Error tersebut sebenarnya memberitahukan kepada si pemilik komputer bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan komputernya, apa yang tidak beres tersebut? semua tergantung pesan dan kode yang tertulis disitu.
Untuk mengatasi error tersebut Anda harus mencari tahu maksud dari setiap errro yang muncul, ada banyak sekali pesan error yang muncul pada saat komputer mengalami bluescreen, berikut adalah beberapa contoh kode pesan error dan solusi singkatnya.
• Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”
• Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).
• Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.
• Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.
Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.
• Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.
• NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.
• No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:
  1. Buka Registry Editor.
  2. Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management
  3. Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
  4. Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
  5. Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.
• Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
• Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.
• Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.
• Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.
• Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di bawah.
• Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.
• Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di bawah.
• Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…
• Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di bawah. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.
• Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.
• IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Error ini yang paling sering muncul pada saat terjadi Blue Screen.
Pesan kesalahan ini biasanya disebabkan kerena ada ketidakcocokan driver yang terinstall di komputer.
Penyebabnya:
  • Driver yang bentrok atau tidak cocok
  • Permasalahan pada Video Card, hal ini mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau Anda baru berganti Video card dan Anda belum menguninstall driver Video card lama dari chipset berbeda
  • Permasalahan pada Audio Card, meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card
• NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)
Pesan error ini setidaknya sudah sedikit memberikan gambaran di mana kerusakan berada, yaitu ada di partisi atau filesystemnya tetapi bukan di harddisknya.
Kita bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.
• NEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)
Bila Anda mendapatkan pesan error seperti ini, dapat disebabkan karena:
  • Overclock Hardware yang berlebihan
  • Komponen komputer yang terlalu panas
  • BIOS yang korup
  • Memory dan CPU yang cacat
• DATA_BUS_ERROR
Pesan error ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa memory atau slot memory di motherboard rusak.
• PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA
Pesan error ini disebabkan karena adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video card, atau memory di processor (L2 Cache)
• INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
Pesan error ini disebabkan karena adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset.
• VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE
Pesan error ini disebabkan karena adanya Kesalahan terjadi pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau juga dapat terjadi karena kesalahan dalam instalasi driver.
• BAD_POOL_CALLER
Pesan error ini disebabkan karena adanya Kesalahan ini dapat terjadi karena kesalahan atau driver yang tidak kompatibel. Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade, atau bukan dari instalasi baru.
• PEN_LIST_CORRUPT
Pesan error ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM
• MACHINE_CHECK_EXCEPTION
Pesan error ini disebabkan oleh cacatnya CPU, atau yang di overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau rusak.
• KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED (0×0000001E)
Pesan Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows XP mendeteksi sebuah instruksi prosesor ilegal atau yang tidak diketahui. Penyebab pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan penyebab pesan Stop 0×0000000A, yaitu karena pelanggaran akses dan memori yang tidak valid. Biasanya error-handler (pengendali error) default dari Windows XP akan mengatasi masalah ini jika tidak terdapat error-handling routines didalam kode instruksi yang dijalankan.
• MISMATCHED_HAL (0×00000079)
Menunjukkan bahwa HAL (Hardware Abstraction Layer) dan tipe kernel komputer tidak cocok. Error ini sering terjadi ketika setting firmware ACPI dirubah. Contohnya, Anda mungkin meng-install Windows XP di komputer X86-based dengan opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian Anda disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang tidak cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.
• ATTEMPTED WRITE TO READONLY MEMORY (0x000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Tidak beda jauh dengan yang nomor 1 diatas.
• DRIVER POWER STATE FAILURE (0X0000009F)
Tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”.
• DRIVER UNLOADED WITHOUT CANCELLING PENDING OPERATIONS (0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah Attempted Write To Readonly Memory, bisa lihat masalah tersebut diatas.
• DRIVER USED EXCESSIVE PTES (0X000000D)
Lihat pada masalah No More System PTEs.
• HARDWARE INTERRUPT STORM (0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.
• KERNEL DATA INPAGE ERROR (0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.
• KERNEL STACK INPAGE ERROR (0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.
• KMODE EXCEPTION NOT HANDLED (0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
• NO MORE SYSTEM PTES (0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
• STATUS IMAGE CHECKSUM MISMATCH (0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
• STATUS SYSTEM PROCESS TERMINATED (0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.
• UNMOUNTABLE BOOT VOLUME (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”
• UNABLE TO LOCATE DLL (0 X00000135)
Disebabkan oleh sebuah file yang telah hilang atau rusak, atau kesalahan registri.
• THREAD STUCK IN DEVICE DRIVER (X000000EA)
Biasanya disebabkan oleh video card (VGA) atau disebabkan oleh driver-nya.
• ACPI BIOS Error (x000000A5)
BIOS motherboard tidak mendukung/tidak support spesifikasi ACPI.
• Kernel Mode Exception Not Handled (x0000008E)
Kesalahan pada kernel level aplikasi, tetapi Windows tidak menangkap kesalahan prosesor. Biasanya kesalahan kompatibilitas hardware.
• NMI Hardware Failure (x00000080)
Disebabkan oleh hardware (Sepertinya ada kesalahan lblue screen dan hardware bond).
• System Thread Exception Not Handled(x0000007E)
Kesalahan system process, tetapi Windows tidak dapat menangkap kesalahan prosesor. Banyak penyebabnya, termasuk: kompatibilitas hardware, ada masalah system driver atau system service, atau beberapa software.
• Registry Error (x00000051)
kesalahan system configuration manager atau kesalahan manajer karena hard disk itu sendiri memiliki kerusakan fisik atau file system, sehingga di dalam register file membaca input / output erorr.
• FTDISK Internal Error (x00000058)
Kegagalan karena kesalahan driver utama.
• Critical Service Failed (x0000005E)
Awal yang sangat penting untuk mengidentifikasi sistem yang disebabkan.
• Session3 Initialization Failed (x0000006F)
Error ini biasanya muncul pada Windows startup, biasanya muncul pertanyaan driver atau kerusakan yang timbul dari sistem file.
• Process Has Locked Pages(x00000076)
Dikarenakan driver pada penyelesaian input / output.
– Solusinya :
Langkah pertama: Klik Start -> Run: regedt32, cari [HKLM \ SYSTEM \ Currentcontrol Set \ control \ session manager \ memory management], double-byte value di sisi kanan “TrackLockedPages”, nilai 1.
Langkah Kedua: Jika blue screen lagi, maka pesan kesalahan akan menjadi: STOP: 0x0000000CB (0xY, 0xY, 0xY, 0xY) DRIVER_LEFT_LOCKED_PAGES_IN_PROCESS salah satu dari keempat “0xY” akan muncul nama driver yang menjadi masalah, repair atau uninstall driver yang muncul.Langkah ketiga: Untuk masuk ke registri, hapus “TrackLockedPages” yang sudah ditambahkan tadi.
• Multiple IRP Complete Request (stop code 0 x00000044)
Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware.
– Solusi : Uninstall driver yang baru diinstal.
• RDR File System (x00000027)
Penyebab kesalahan ini sulit untuk dinilai, tetapi “out of Windows memory management problem” kemungkinan akan menyebabkan munculnya stop code ini.
Solusinya :
– Jika disebabkan karena memory management, meningkatkan/upgrade memori (RAM) akan memecahkan masalah.

Selasa, 21 Oktober 2014

Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

TERKADANG kita merasa kesal apabila koneksi internet itu lambat. Apalagi ketika sedang diperlukan dalam keadaan yang cukup penting. Bagi seorang pengguna saja, tentu hal tersebut cukuplah sulit untuk diatasi. Tapi, Anda tak usah khawatir. Berikut ada beberapa cara yang dapat membantu Anda untuk percepat koneksi internet.

1. Klik START lalu Run
gpedit1 Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

2. Ketikkan gpedit.msc,maka akan muncul jendela group policy
gpedit2 Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

3. Lalu pilihlah Local Computer Policy–>Computer Configuration–>Administrative templates–>Network–>QoS Packet Scheduler
gpedit3 Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

4. Pada jendela kanan terdapat Limit Reservable Bandwidth
gpedit4 Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

5. Klik 2 kali,dan pilihlah setting Enable,ganti Bandwidth Limit menjadi 0%
gpedit5 Beginilah Cara Mempercepat Koneksi Internet

6. Klik Apply, Ok, dan Tutup
Itulah cara-cara yang dapat Anda lakukan agar dapat mempercepat koneksi internet Anda. Semoga bermanfaat!

sumber

Rabu, 11 Desember 2013

Enkripsi File Lewat Command Prompt



Salah satu fitur dalam Windows adalah EFS (Encrypting File System), yang berfungsi untuk mengenkripsi file atau folder yang terdapat dalam harddisk dengan sistem file NTFS.
EFS bekerja dengan melakukan enkripsi terhadap file atau folder dengan menggunakan sebuah kunci simetris yang disebut sebagai File Encryption Key (FEK). Setiap kali EFS melakukan enkripsi terhadapnya, EFS akan membuat sebuah kunci enkripsi yang acak. EFS akan menyimpan kunci enkripsi ini di dalam memori kernel sistem operasi Windows (atau sering disebut sebagai nonpaged pool). 
Sebuah fitur kecil yang bernama cipher.exe bisa digunakan untuk melakukan proteksi ini melalui Command Prompt. Cara menggunakannya cukup mudah, kita hanya perlu mengetik cipher.


Jika Anda perhatikan dari berbagai folder dan file yang terdapat dalam drive E: di atas, tidak ada satu pun file maupun folder yang di-enkripsi. Hal ini ditandai dengan adanya huruf U di awal nama file dan folder yang berarti Unencrypted. Sekarang kita akan mengenkripsi sebuah folder dan juga sebuah file. Klik kanan pada sebuah file lalu klik Properties.


Dalam kotak dialog yang muncul, klik tombol Advanced. Selanjutnya berikan tanda centang pada bagian Encrypt contents to secure data. Setelah selesai klik OK.


Lakukan hal yang sama pada sebuah file dan juga sebuah folder. Sekarang coba buka lagi Command Prompt dan ketik cipher. Perhatikan kini pada file atau folder yang sudah di-enkripsi akan muncul tulisan E di depannya yang berarti Encrypted.


Dengan menggunakan perintah cipher, secara default tidak akan menampilkan informasi pada file yang bersifat hidden. Perhatikan contoh pemakaian cipher di bawah ini, yang muncul hanyalah file dataku1.txt dan file dataku2.txt.
Untuk menampilkan file yang di-hidden maka kita perlu menambahkan perintah /h di belakang perintah cipher, menjadi cipher /h.


Pada dasarnya, untuk mengetahui apakah sebuah file atau folder yang di-enkripsi dalam Windows Explorer terlihat dari tulisan nama file atau folder yang berwarna hijau. Hal ini bisa diatur melalui Folder Options, dan pastikan tanda centang pada bagian Show encrypted or compressed NTFS files in color.


Berikut contoh tampilan file yang memiliki dua buah warna yang berbeda karena file yang kedua dalam kondisi di-enkripsi.


Sekarang, dengan menggunakan Command Prompt, masuklah ke dalam folder yang sudah di-enkripsi. Anda bisa melihat pesan bahwa setiap kali Anda menambahkan atau memasukkan file baru ke dalam folder tersebut maka file tersebut akan di-enkripsi secara otomatis.

 
Berikut adalah contoh beberapa file yang telah disalin ke dalam folder aman2 yang sebelumnya telah di-enkripsi. Maka file yang masuk tersebut secara otomatis di-enkripsi pula.

 
Setelah melihat penjelasan mengenai kasus enkripsi di atas, kita juga bisa melakukan proses enkripsi maupun dekripsi menggunakan Command Prompt. Dengan menggunakan perintah: /e untuk melakukan enkripsi.
Contohnya, saya akan mengenkripsi sebuah folder yang bernama aman3 maka yang diketik adalah: cipher /e aman3

 
Kelemahan dari cara ini adalah proses enkripsi yang dilakukan hanya untuk folder yang dibuat saja, pada kasus di atas adalah folder aman3 saja. Seandainya terdapat subfolder dan file di dalamnya maka proses enkripsi tidak ikut diterapkan untuk subfolder dan file.
Walau demikian, setiap kali Anda membuat sebuah subfolder baru atau memasukkan file baru ke dalamnya, maka file atau subfolder tersebut tetap akan di-enkripsi.
Selanjutnya, cara melakukan dekripsi adalah dengan mengggunakan perintah /d. Misalnya, kita akan men-dekripsi folder aman3 yang telah kita enkripsi sebelumnya. Perintah lengkapnya adalah: cipher /d aman3.

 
Untuk mengenkripsi atau melakukan dekripsi seluruh file maupun subfolder, masuklah ke dalam folder tersebut terlebih dahulu, kemudian gunakan perintah cipher /e /a. Atau Anda bisa mengganti perintah /e dengan /d untuk melakukan dekripsi.

 
Sebaliknya untuk melakukan enkripsi atau dekripsi pada sebuah file saja maka Anda hanya perlu menggunakan perintah cipher /e namafile.ext. Misalnya saya akan mengenkripsi file Tes data.txt maka perintah yang digunakan adalah cipher /e "Tes data.txt"


Proses enkripsi tidak berlaku terhadap file yang bersifat Read only.

 
Dari gambar di atas, terlihat bahwa file dataku2.txt tidak kena enkripsi karena menggunakan atribut Read only tapi file yang beratribut hidden akan tetap kena enkripsi.
Setelah Anda bisa melakukan proses enkrispi maupun dekripsi, dengan tool kecil cipher tersebut. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa file atau folder yang sudah dienkrispi masih tetap bisa dibuka?
Hal ini terjadi karena proses enkrispi berguna untuk melindungi data Anda dari user lain. Pemanfaatan sistem EFS ini sangat berguna apabila komputer yang  Anda gunakan bersifat multiuser atau memiliki lebih dari satu orang pengguna yang login ke komputer, misalnya komputer di sebuah kantor.
Keberadaan ada tidaknya user lain dalam komputer bisa Anda lihat dalam User Accounts pada Control Panel.

 
Sebagai bahan percobaan, Anda bisa melakukan Switch User dan logon sebagai user yang lain dan mencoba membuka file yang sudah di-enkripsi. Hasilnya adalah munculnya pesan bahwa file tersebut tidak bisa dibuka.


Dengan adanya enkripsi pula maka sebuah file atau folder tidak bisa disalin maupun dipindahkan. Setiap kali Anda akan menyalin sebuah file maka akan muncul pesan larangan seperti pada gambar di bawah ini.


Memanfaatkan Cipher untuk membersihkan data
Selama ini, ada banyak program yang digunakan untuk menghapus sebuah data sampai benar-benar bersih. Sehingga data tersebut tidak bisa diambil kembali (recover), pada dasarnya cipher juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal yang sama. Kita hanya perlu mengetikkan perintah tambahan /w.
Misalkan kita akan menghapus folder “datanya” yang berada dalam drive E:. Perintah yang kita gunakan adalah cipher /w:e:\datanya.
Maka Anda diminta untuk menutup program yang sedang dibuka.

 
Dengan cara ini, maka area yang telah dihapus akan di-overwrite dengan angka random.
Jejak data dan file akan musnah selamanya. Oleh karena itu, lakukan hal ini dengan hati-hati, sebab sekali data Anda telah dihapus dengan cara ini maka tidak bisa dikembalikan lagi, termasuk juga oleh berbagai program untuk mengambil data yang telah terhapus.

sumber 

Jumat, 11 Oktober 2013

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis

Jika kamu punya PC, maka kamu adalah target.
Jika PC kamu terkoneksi Internet, maka kamu adalah target yang sangat empuk!
Pesan tersebut memang benar adanya. Selain mencuri data-data penting seperti informasi kartu kredit, e-banking, dan akun online, berbagai orang jahat juga seringkali berupaya menjadikan PC kamu sebagai botnet.
Resiko keamanan yang begitu besar seringkali membuat seseorang harus rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membeli PC Security Suite. Meskipun berbagai vendor security menyediakan paket software PC Security Suite yang berharga mahal, kamu tidak harus membelinya. Kamu bisa membangun PC Security Suite sendiri dengan cuma-cuma!
Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Pertama, perlu dipahami dulu bahwa PC Security Suite adalah paket software security all-in-one yang melindungi PC secara menyeluruh. Untuk itu agar bisa membangun PC Security Suite sendiri, maka kamu perlu menggabungkan beberapa komponen software security menjadi satu.

Gunakan Antivirus Gratis yang Powerful

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Untuk urusan Antivirus gratis yang jempolan, PG mempercayakannya kepada Avast Antivirus. Versi gratis dari Avast Antivirus mampu melindungi komputer dari virus dan spyware sekaligus. Avast tidak menghabiskan banyak resource PC sehingga tidak begitu memperlambat kinerja PC.
Bagi kamu pengguna Windows 8, kamu juga bisa mempercayakan antivirus kepada Windows Defender. Selama rutin melakukan update, Windows Defender cukup ampuh dalam melindungi PC kamu dari infeksi virus.

Miliki Anti-Malware Sebagai Perlindungan Ganda

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Tidak ada antivirus yang sempurna. Bukan tidak mungkin ada satu atau dua virus yang lolos dari deteksi meskipun kamu rajin dalam melakukan update. Oleh karena itu gunakan perlindungan ganda dari anti-malware yang jempolan. Untuk urusan yang satu ini PG mempercayakan pada Malwarebytes Anti-Malware Free.
Malwarebytes akan mendeteksi berbagai software, aplikasi, atau script yang tingkah lakunya mencurigakan. Jika ada worm, trojan, rootkit, dan script yang bertingkah laku aneh, anti-malware akan segera melumpuhkannya.

Aktifkan Firewall di PC

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Firewall akan melindungi PC kamu dari hacker atau malware yang mencoba melakukan eksploit melalui internet atau network. Kamu bisa mempercayakan urusan ini kepada Windows Firewall maupun aplikasi Firewall buatan pihak ketiga. Jika kamu memutuskan untuk menggunakan aplikasi pihak ketiga, PG menyarankan kamu untuk memilih ZoneAlarm Free Firewall.
ZoneAlarm akan memberikan proteksi firewall dua arah yang mencegah masuknya serangan dari luar dan dikirimnya data dari PC ke luar.

Persenjatai Browser dengan Detektor

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Di dunia maya ada banyak sekali website yang berbahaya, mulai dari website phishing hingga website yang menyebarkan malware. Untuk itu ada baiknya kamu mempersenjatai browser dengan detektor yang mampu mengenali aman tidaknya sebuah website.
Untuk keperluan ini, kamu bisa menggunakan ekstensi browser dari MyWot atau McAfee SiteAdvisor
Ekstensi tersebut bakal mendeteksi apakah sebuah situs itu berbahaya atau tidak melalui icon hijau, kuning, dan merah.

Gunakan Software Update Monitoring

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Jika dibiarkan tidak up-to-date, besar kemungkinan akan ada bugs dan celah keamanan di setiap software yang kamu install. Celah keamanan ini bisa menjadi peluang bagi hacker untuk menyusup dan menginfeksi PC kesayanganmu. Oleh karena itu pastikan software kamu terus dalam keadaan up to date.
Untuk memonitor versi software secara otomatis, kamu bisa menggunakan Secunia Personal Software Inspector. Sedangkan untuk memonitor versi add-on dan ekstensi browser, kamu bisa menggunakan Qualys BrowserCheck.
Jangan lewatkan untuk menginstall kedua software monitoring ini. Serius!

Gunakan Password Manager yang Jempolan

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Menggunakan password yang sama di semua akun online bukanlah ide yang bagus. Jika salah satu website dihack dan data akun kamu ikut tercuri, maka semua akun online kamu menjadi taruhannya. Oleh karena itu sebaiknya gunakan password yang berbeda untuk setiap akun. Passwrod tersebut harus yang sulit, panjang, terdiri dari berbagai kombinasi, dan susah diingat.
Untuk menyimpannya agar kamu tidak lupa, gunakan Password Manager yang jempolan. PG mempercayakan urusan ini kepada KeePass Password Manager.
Kamu bisa menyimpan ratusan password dan username dan hanya butuh sebuah master password untuk mengakses semuanya.

Amankan Sosial Media!

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Social media seperti Facebook, Twitter, dsb telah menjadi salah satu media penyebaran phishing dan malware. Untuk itu kamu bisa menggunakan BitDefender SafeGo agar aman saat bersosial media. SafeGo akan melakukan scanning di social media dan memastikan kamu aman saat berinteraksi disana.

Lindungi anak-anak dengan Parental Control

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Parental Control adalah software yang mampu melindungi anak-anak dari mengakses situs yang tidak semestinya mereka akses. Melalui parental control kamu juga bisa membatasi waktu akses anak-anak dalam menggunakan PC, memblokir aplikasi tertentu seperti game dsb, serta melaporkan kegiatan anak selama menggunakan PC.
Di Windows 8 Parental Control bisa kamu atur melalui Control Panel > User Accounts and Family Safety > Family Safety.
Namun jika kamu menggunakan Windows vista atau 7, kamu harus menginstall Microsoft Security Essentials terlebih dahulu.

Tracking Laptop Kamu Saat Hilang

Cara Membangun PC Security Suite Super Tangguh dengan Gratis
Kabar gembira..laptop yang hilang ternyata bisa ditracking! Tetapi kamu harus menginstall software tracking sebelum laptop tersebut benar-benar hilang. Untuk urusan tracking-mentracking, PC mempercayakannya kepada Prey Anti-Theft
Dengan Prey kamu bisa mentracking posisi laptop kamu melalui GPS dan Geolocation, mengendalikan laptop dari jarak jauh, menghapus password dan email, menyalakan alarm, bahkan mengambil foto si pencuri melalui webcam internal.
Jadi sebelum laptop kamu hilang, install Prey sekarang juga. Ini penting.

Perlengkapan senjata tambahan

Selain senjata utama diatas, ada juga perlengkapan senjata tambahan yang bisa kamu gunakan. Software ini bersifat opsional, jadi bisa kamu install bisa juga tidak.
Jika kamu ingin mencoba freeware atau software yang kurang meyakinkan, gunakan Sandboxie. Software ini akan menjalankan software secara virtual dan terisolasi sehingga jika ternyata software tersebut berbahaya, infeksinya tidak akan menyebar ke seluruh sistem.
Jika kamu ingin mendapatkan saran seputar security PC, tentang apa yang kurang dan apa yang perlu dilakukan agar PC kamu aman, gunakan Belarc Advisor Scan. Software ini akan memberikan kamu saran agar PC kamu berada dalam kondisi paling aman.
Jika kamu tidak ingin ada yang tahu tentang aktivitas kamu saat berkomputer, gunakan CCleaner untuk menghapus berbagai trace di history, cookies, dan temporary files.
Jika ingin data kamu aman dan tidak bisa dibuka saat laptop kamu dicuri, enkripsi hardisk kamu menggunakan TrueCrypt.

Itulah seluruh software dan aplikasi yang kamu perlukan untuk membangun PC Security Suite yang super tangguh secara cuma-cuma. See..?? Tidak perlu membayar mahal khan untuk mengamankan PC? :D

sumber

Rabu, 17 Juli 2013

Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8 (Dilengkapi Gambar)

Apakah kamu ingin memiliki dua sistem operasi dalam satu komputer, misalkan saja Windows 7 dan Windows 8? Memiliki dua sistem operasi dalam satu komputer atau biasanya disebut dengan dual boot, biasanya dilakukan untuk membiasakan diri atau ingin berpindah dari sistem operasi satu ke sistem operasi lain. Kali ini WinPoin akan membuat tutorial cara dual boot Windows 7 dan Windows 8 dengan mudah dan dilengkapi dengan gambar.
Cara dual boot Windows 7 dan Windows 8, cukup mudah kamu hanya memerlukan partisi kosong atau hardisk kosong. WinPoin membuat tutorial ini dengan menggunakan Windows 7, jadi sistem operasi utama WinPoin adalah Windows 7 yang akan di-dual boot dengan Windows 8. Berikut cara dual boot Windows 7 dan Windows 8.

Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Pertama-tama buka Disk Management dan lihat apakah ada drive atau partisi yang kosong dan tidak kamu gunakan, disini WinPoin akan menggunakan partisi D yaitu drive Windows 8.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Setelah itu masukan DVD installasi Windows 8 tetapi jangan jalankan autoplay dari Windows 8. Buka folder DVD installasi Windows 8, kemudian buka folder sources dan klik dua kali pada setup.exe. Ini dilakukan agar kamu tidak mengupdare atau mengupdate Windows yang sekarang kamu gunakan, jika kamu salah maka software dan data yang berada di sistem operasi kamu sekarang akan hilang dan digantikan dengan Windows 8.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Kemudian akan muncul Window Setup, jika kamu terhubung dengan internet maka klik opsi pertama. Karena WinPoin tidak terhubung dengan internet maka WinPoin menggunakan opsi kedua. Jangan lupa centang I want to help make the Windows installation better.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Lalu masukan product key yang kamu miliki di kotak DVD installasi Windows 8, letaknya di belakang cover DVD dan klik Next.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Pada window License terms, centang tanda I accept the license terms dan klik Next.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Setelah itu klik Custom Install Windows Only (advanced) untuk memilih dimana partisi yang kamu gunakan untuk menginstall Windows 8.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Pilih partisi yang sudah kamu siapkan tadi dan klik Next.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Tunggu proses installasi sampai selesai.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Pada saat proses kedua, Windows 8 akan melakukan restart dan installasi akan berjalan kembali.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Lakukan installasi sampai selesai dan jika sudah selesai, coba lakukan restart pada komputer kamu. Pada saat booting, kamu bisa memilih antara Windows 7 atau Windows 8.
Cara Dual Boot Windows 7 dan Windows 8

Update: Sedikit tips dari WinPoin, bila kamu menggunakan dual boot Windows 8 dengan sistem operasi utama menggunakan Windows 7 atau Windows Vista. Sebaiknya kamu mematikan fitur Fast Startup pada Windows 8, ini dilakukan agar tidak ada masalah dalam melakukan shut down, restart, dan chkdsk.

Mudah bukan untuk melakukan cara dual boot Windows 7 dan Windows 8 diatas? Bila kamu masih saja mengalami kesulitan untuk mengikuti tutorial diatas, kamu bisa bertanya melalui forum WinPoin untuk mendiskusikannya bersama teman-teman WinPoin yang lain.

sumber

Kamis, 25 April 2013

Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!


Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!
Tidakkah terpikirkan oleh kamu sejak kapan Windows Registry ada? Apa sebenarnya kegunaan Windows Registry? Dimana kita bisa mengedit Windows Registry? Kali ini WinPoin bakal membahas tuntas tentang Windows Registry.

Apa itu Windows Registry??

Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!
Windows Registry ada sebuah pusat database yang digunakan di Windows 98, Windows CE, Windows NT dan Windows 2000 yang berisi konfigurasi dari masing-masing user komputer, meliputi hardware dan software.
Lebih jelasnya Registry berisi setiap informasi tentang sistem operasi seperti user profile, aplikasi yang terinstall di komputer, tipe dokumen ketika dibuat, folder dan icon dan port yang sedang digunakan.
Singkatnya, sistem operasi Windows menyimpan pengaturan sistem, konfigurasi hardware dan prefensi user di dalam database yang disebut Windows Registry. Ketika hardware baru dipasang di komputer, user mengganti background, user menginstall software, informasi itu akan disimpan di Registry. Karena itulah kita perlu berhati-hati saat mengutak-atik registry karena bisa menyebabkan masalah pada sistem operasi.

Apa Kegunaan Windows Registry?

Registry adalah sebuah inti dari sistem operasi Windows. Ini sangat penting, tanpa Registry Windows tidak akan pernah berjalan. Ketika sebuah hardware atau software baru dipasang pada Windows, sebuah informasi akan disimpan ke dalam Registry. Hal ini memungkinkan Windows untuk membaca apa hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan software atau hardware tersebut, misalkan saja mouse memerlukan driver.

Struktur Registry

Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!
Seperti yang sudah kamu ketahui kalau Resgitry adalah sebuah pusat database yang berisi banyak informasi tentang konfigurasi dari sistem Windows. Registry mempunyai struktur bercabang seperti pohon, folder/file. Kamu memiliki kunci utama atau biasa disebut Hive, kemudian Keys, Subkeys dan Value.
Hive adalah struktur utama dalam percabangan di registry, masing-masing hive berisi kategory tertentu. Sebagai contoh, salah satu hive mungkin berisi konfigurasi untuk user login, di sisi hive lain untuk mengatur konfigurasi hardware yang terpasang pada komputer. Hive tergantung juga dari versi Windows yang digunakan, ada 5 sampai 6 hive yang berbeda.
Berikut ini 6 hive yang mungkin ada di versi Windows yang kamu gunakan:
  • HKEY_CURRENT_USER (HKCU)
    Hive ini berisi prefrensi dan konfigurasi untuk user tertentu saat login. Jika pengguna lain login dan membuka hive ini, isinya akan berbeda sesuai dengan konfigurasi yang ia lakukan.
  • HKEY_LOCAL_MACHINE (HKLM)
    Hive ini berisi konfigurasi untuk komputer yang sebenarnya. Informasi dalam Hive ini tetap sama pada semua user saat login.
  • HKEY_CLASSES_ROOT (HKCR)
    Hive ini berisi tentang informasi inti dari user interface seperti file associations dan shortcut.
  • HKEY_USERS (HKU)
    Hive ini berisi tentang informasi user untuk semua user yang pernah login ke komputer tersebut.
  • HKEY_CURRENT_CONFIG (HKCC)
    Hive ini berisi tentang informasi tentang konfigurasi hardware saat ini. Hive ini terhubung dengan hive HKLM.
  • HKEY_DYN_DATA (HKDD)
    Hive ini hanya dapat ditemukan di Windows 95/98/ME. Berisi tentang informasi hardware Plug and Play. Hive ini terhubung dengan hive HKLM.
Keys adalah pengatur pengelompokkan dalam registry. Keys seperti wadah yang berisi Values atau SubKeys. Subkeys di dalam Keys bahkan bisa berisi SubKeys, jadi Keys bekerja seperti Folder.
Values adalah data yang disimpan dalam Keys atau SubKeys. Ada beberapa values yang bisa disimpan dalam Registry, namun yang paling umum adalah binary, strings dan DWORD.

Penjelasan lebih lanjut mengenai Registry:

Misalkan saja kamu melihat Registry dari start page di Internet Explore:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\\Start Page
Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!
HKEY_CURRENT_USER adalah hive yang terhubung dengan Keys.
Software adalah Keys.
Microsoft adalah SubKeys.
Internet Explorer adalah SubKeys.
Main adalah SubKeys.
Start Page adalah value yang menyimpan data.

Dimana Registry disimpan??

Registry sendiri disimpan di komputer dalam file tertentu. Dibawah ini detail dari file dan lokasi yang disimpan oleh Registry berdasarkan versi Windows.
Untuk Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003, file Registry disimpan di folder:
%SYSTEMROOT%\System32\Config
%USERPROFILE%\ntuser.dat
Nama file dari file Registry tersebut biasanya:
Sam, Sam.log, Sam.sav
Security, Security.log, Security.sav
Software, Software.log, Software.sav
System, System.alt, System.log, System.sav
System, System.alt, System.log, System.sav, Ntuser.dat, Ntuser.dat.log
Default, Default.log, Default.sav
Mari Mengenal Lebih Dalam Tentang Windows Registry!
Untuk Windows 98, file Registry biasanya bernama User.dat dan System.dat dan disimpan di folder C:\Windows.
Untuk Windows Millenium Edition, file registry biasanya disimpan dengan nama Classes.dat, User.dat dan System.dat yang berada di folder C:\Windows.

Sudah mengerti tentang Registry bukan? Jadi kamu harus berhati-hati ketika mengedit registry karena dampak akan sangat buruk ketika kamu salah mengedit, bahkan sistem operasi Windows kamu bisa-bisa tidak dapat digunakan.

sumber